HOME

KESEMPURNAAN CINTA



https://www.mp21.top

Hari itu seperti biasa yang dilakukan oleh ANAH , hari-harunya hanya disibukan oleh aktifitas-aktifitas dia. Ia selalu membantu ibunya setiap pagi membersihka rumah. Setelah selesai ia membantu ibunya ANAH pun bergegas untuk berangkat ke sekolah. ANAH dikenal sebagai perempuan yang ceria. Ia seslau terlihat gembira di depan tyeman-temanya dan gurunya. Ia pun mempunyai banyak teman disekolah. ANAH mudah bergaul dengan siapapun tanpa melihat status temanya.

“senang rasnya bias membuat orang tertawa”, ucap ANAH dalam hati. Perempuan itu pun sering menghabiskan waktunya bersdama teman-temanya, walau sering menghabiskan waktu dengan temanya tetapi ANAH tidak melupakan batas waktu ia bermain.hari itu teman-temanya mengajak ia untuk jalan-jalan sambil membeli perlengkapan sekolah yang tempatnyta cukup jauh dari sekolahnya, lalu ANAH pun bertanya kepada salah satu temanya “kamu ikutkan?”, “enggak lah”, jawab salah satu temanya itu, ‘kenapa?”, Tanya ANAH kembali, “aku tidak punya uang”, jabwabnya ,” ikut saja, masalah uang nanti gampang”, jawab ANAH sambil tersenyum.

ANAH dan teman-temanya pun berangkat, mereka menunggu angkutan umum untuk kesana karena tempatnya yang cukup jauh. Saat berjalan salah satu temanya yang lain bertanya kepada ANAH, “apa yang tadi kamu bicarakan sama dia?”, “bukan apa-apa kok”, jawab ANAH. Akhirnya sampai juga ditempatyang mereka tuju. Banyak baran-barang yang mereka beli. Setelah selesai merekapun merasa lapar dan salah satu temanya mengajak untuk makan. Teman-teman yang lainpun menyetujuinya,”dia kan tidak punya uang, kalau aku yang bayarin makannya dan ongkosnya pulang cukup apa tidak ya uyangku?” Tanya ANAH dalam hati. ANAH pun bertanya kepada temanya yang mengajaknya makan, “harganya berapa makanan itu?” , “Rp 5000” jawabnya, “alhamdulilah cukup uangnya” ucap ANAH dalam hati. ANAHpun menarik temanya untuk makan bersama. Setelah selesai makan, mereka pun akhirnya pulang. “terimakasih ya”, ucap temanya kepada ANAH, “iya sama-sama”, jawab ANAH.

Suatu malam ANAH merasa bosan ia pun membuka sosmednya, saat membukanya ia pun terheran-heran banyak pesan yang masuk di sosmednya, ada yang minta kenalan, ada pula yang minta no hpnya. “kurang kerjaan ini orang”, ucap ANAH dalam hati.

“hay, lagi ngapain? Boleh kenalan tidak?” Tanya salah satu yang mengirim pesan kepada ANAH, “gak penting banget sih ini orang” gumam ANAH dalam hatinya. Tak lama kemudian ia pun memdapat pesan yang isinya “ sombong amat sih kamu jadi orang, aku sering ngirim pesan sama kamu, tapi sama sekali tidak pernah kamu balas, kamu itu cuek banget sih. Cuek jutek, apa susahnya sih balas pesan aku” tapi ANAH tidak memperdulikannya.

Hari-hari nahpun tidak berwarna sampai suatu ketika ia membalas pesan singkat yang ia sendiri tidak tau orangnya. Tetapi ia bertaqnya-tanya pada dirinya sendiri. “tumben aku pingin tau tentang dia? Siapa dia?” ia pun selalu membalas pesan singkat dari lelaki itu, setelah ia tahu, ia pun menjalin hubungan denganya. Semakin bertambahnya hari, ia merasa hari-harinya lebih bermakna. Setia kali ia sedang bersama lelaki itu ia merasa nyaman dan senang.

“Terima kasih sudah membuat aku senang dan nyaman saat bersama kamu sayang”, ucap ANAH. tidak banyak cerita saat bersamanya, tetapi jika ada yang ingin diceritakannya, ANAH pun terlihat sangat cerewet. Tetapi hanya sedikit orang yang menilai dia cerewet. Semenjak kepergian orang yang sangat dia saying, ia belum lagi menemukan orang yang bias membuat ia nyaman tanpa ada kesedihan dihatinya. Tapi tidak jarang juga ANAH dan kekasihnya bertengkar gara-gar sifat ANAH yang cuek dan jutek. Ia sering membuat kekasihnya marah tetapi tetapi ia hanya tersenyum “berarti kamu saying sama aku”, ucap ANAH dalam hati.

Ketika ANAH mendatanggi makam nenek dan kakeknya, ia pun bercerita tentang kekasihnya itu. Ia bercerita didepan makam nenek dan kakeknya “ ia sudah menemukan lelaki yang membuat ia nyaman di sampingnya dan membuat ia senang sampai ia melupakan duka dihatinya”, ANAHpun berkata “ hari-hari aku sekarang sempurna setelah aku mengenal dia” ANAHpun meneteskan air mata didepan makam.

Tak hentinya ANAH meneteskan air mata, “nek, kek, aku sangat menyayanggi dia, dia berbeda dengan lelaki yang aku kenal selama ini”, ucap ANAH di dalam hati. Hari pun ‘mulai senja dan ANAH beranjak pulang. 

Sekarang hari-hari ANAH terasa sempurna setelah kehadiran lelaki itu yang membuat ia nyaman, tenang dan bahagia. 

Lelaki itu sangat Istimewa Dan Sempurna untuk ANAH.


By: Cahaya Bintang 13
Nantikan Cerita-Cerita Berikutntya Hanya Di SINI

T       A      M      A      T
//qq