Hari
itu seperti biasa yang dilakukan oleh ANAH , hari-harunya hanya disibukan oleh
aktifitas-aktifitas dia. Ia selalu membantu ibunya setiap pagi membersihka
rumah. Setelah selesai ia membantu ibunya ANAH pun bergegas untuk berangkat ke
sekolah. ANAH dikenal sebagai perempuan yang ceria. Ia seslau terlihat gembira
di depan tyeman-temanya dan gurunya. Ia pun mempunyai banyak teman disekolah. ANAH
mudah bergaul dengan siapapun tanpa melihat status temanya.
“senang
rasnya bias membuat orang tertawa”, ucap ANAH dalam hati. Perempuan itu pun
sering menghabiskan waktunya bersdama teman-temanya, walau sering menghabiskan
waktu dengan temanya tetapi ANAH tidak melupakan batas waktu ia bermain.hari
itu teman-temanya mengajak ia untuk jalan-jalan sambil membeli perlengkapan
sekolah yang tempatnyta cukup jauh dari sekolahnya, lalu ANAH pun bertanya
kepada salah satu temanya “kamu ikutkan?”, “enggak lah”, jawab salah satu
temanya itu, ‘kenapa?”, Tanya ANAH kembali, “aku tidak punya uang”, jabwabnya
,” ikut saja, masalah uang nanti gampang”, jawab ANAH sambil tersenyum.
ANAH
dan teman-temanya pun berangkat, mereka menunggu angkutan umum untuk kesana
karena tempatnya yang cukup jauh. Saat berjalan salah satu temanya yang lain
bertanya kepada ANAH, “apa yang tadi kamu bicarakan sama dia?”, “bukan apa-apa
kok”, jawab ANAH. Akhirnya sampai juga ditempatyang mereka tuju. Banyak
baran-barang yang mereka beli. Setelah selesai merekapun merasa lapar dan salah
satu temanya mengajak untuk makan. Teman-teman yang lainpun menyetujuinya,”dia
kan tidak punya uang, kalau aku yang bayarin makannya dan ongkosnya pulang
cukup apa tidak ya uyangku?” Tanya ANAH dalam hati. ANAH pun bertanya kepada
temanya yang mengajaknya makan, “harganya berapa makanan itu?” , “Rp 5000”
jawabnya, “alhamdulilah cukup uangnya” ucap ANAH dalam hati. ANAHpun menarik
temanya untuk makan bersama. Setelah selesai makan, mereka pun akhirnya pulang.
“terimakasih ya”, ucap temanya kepada ANAH, “iya sama-sama”, jawab ANAH.
Suatu
malam ANAH merasa bosan ia pun membuka sosmednya, saat membukanya ia pun
terheran-heran banyak pesan yang masuk di sosmednya, ada yang minta kenalan,
ada pula yang minta no hpnya. “kurang kerjaan ini orang”, ucap ANAH dalam hati.
“hay,
lagi ngapain? Boleh kenalan tidak?” Tanya salah satu yang mengirim pesan kepada
ANAH, “gak penting banget sih ini orang” gumam ANAH dalam hatinya. Tak lama
kemudian ia pun memdapat pesan yang isinya “ sombong amat sih kamu jadi orang,
aku sering ngirim pesan sama kamu, tapi sama sekali tidak pernah kamu balas,
kamu itu cuek banget sih. Cuek jutek, apa susahnya sih balas pesan aku” tapi ANAH
tidak memperdulikannya.
Hari-hari
nahpun tidak berwarna sampai suatu ketika ia membalas pesan singkat yang ia sendiri
tidak tau orangnya. Tetapi ia bertaqnya-tanya pada dirinya sendiri. “tumben aku
pingin tau tentang dia? Siapa dia?” ia pun selalu membalas pesan singkat dari
lelaki itu, setelah ia tahu, ia pun menjalin hubungan denganya. Semakin
bertambahnya hari, ia merasa hari-harinya lebih bermakna. Setia kali ia sedang
bersama lelaki itu ia merasa nyaman dan senang.
“Terima
kasih sudah membuat aku senang dan nyaman saat bersama kamu sayang”, ucap ANAH.
tidak banyak cerita saat bersamanya, tetapi jika ada yang ingin diceritakannya,
ANAH pun terlihat sangat cerewet. Tetapi hanya sedikit orang yang menilai dia
cerewet. Semenjak kepergian orang yang sangat dia saying, ia belum lagi
menemukan orang yang bias membuat ia nyaman tanpa ada kesedihan dihatinya. Tapi
tidak jarang juga ANAH dan kekasihnya bertengkar gara-gar sifat ANAH yang cuek
dan jutek. Ia sering membuat kekasihnya marah tetapi tetapi ia hanya tersenyum
“berarti kamu saying sama aku”, ucap ANAH dalam hati.
Ketika
ANAH mendatanggi makam nenek dan kakeknya, ia pun bercerita tentang kekasihnya
itu. Ia bercerita didepan makam nenek dan kakeknya “ ia sudah menemukan lelaki
yang membuat ia nyaman di sampingnya dan membuat ia senang sampai ia melupakan
duka dihatinya”, ANAHpun berkata “ hari-hari aku sekarang sempurna setelah aku
mengenal dia” ANAHpun meneteskan air mata didepan makam.
Tak
hentinya ANAH meneteskan air mata, “nek, kek, aku sangat menyayanggi dia, dia
berbeda dengan lelaki yang aku kenal selama ini”, ucap ANAH di dalam hati. Hari
pun ‘mulai senja dan ANAH beranjak pulang.
Sekarang
hari-hari ANAH terasa sempurna setelah kehadiran lelaki itu yang membuat ia
nyaman, tenang dan bahagia.
Lelaki
itu sangat Istimewa Dan Sempurna untuk
ANAH.
By: Cahaya
Bintang 13
Nantikan Cerita-Cerita Berikutntya Hanya Di SINI
T A M A T
