Anda
memiliki komputer saat ini? Sudah berapa lamakah komputer tersebut Anda miliki?
Sama halnya dengan makhluk hidup, perangkat komputer milik Anda pun tentunya
juga memiliki batas normal pemakaian. Baik software di dalamnya yang bisa expired, ataupun hardware nya juga bisa rusak. Dari sekian hardware pada komputer Anda adalah harddisk.
Lewat perangkat ini Anda biasa
melakukan penyimpanan file baik berupa dokumen, foto, gambar, maupun video. Harddisk terkadang akan mengalami gagal dalam
penyimpanan file ataupun pembacaan file. Misalkan saja, Anda mungkin pernah
menyimpan sebuah file sangat lama pada harddisk usang, file nya mungkin Ada
namun tidak bisa di copy ataupun dibuka. Bisa jadi juga harddisk milik Anda mengalami fragmentasi,
tentu saja salah satu alternatif solusi adalah dengan menggunakan cloud storage
Secara umum, pada sebuah harddisk setiap file yang
disimpan didalamnya akan ditulis pada block block yang saling berdekatan.
Semakin banyak harddisk tersebut Anda gunakan untuk menyimpan harddisk maka
otomatis block pun akan terisi dan tentunya tampilan kapasitas akan terisi
penuh sehingga Anda tidak lagi bisa menggunakannya ketika semua block telah
terisi. Tidak hanya tentang block yang penuh, namun juga tentang aktifitas pada harddisk itu
sendiri baik berupa penambahan, pengubahan ataupun penghapusan file juga akan
memiliki efek pada harddisk itu sendiri. Hal ini lah yang memunculkan
fragmentasi pada harddisk.
fragmentasi merupakan kondisi yang tidak bisa dihindari. Yaitu dimana
setiap block file tercecer pada ruang penyimpanan, sehingga ketika Anda
melakukan akses pada sebuah file komputer akan membutuhkan tambahan waktu untuk
melakukan pencarian bagian terpisah tersebut
Anda dapat menganalogikannya
saja dengan kasus berikut. ABCD merupakan file yang sama dan menempati blok
berbeda.
·
Seperti Anda lihat pada baris pertama ketika file tersebut masih
belum terdapat pengubahan.
·
Kemudian dibaris kedua, File B dihapus sehingga otomatis block
akan mengalami kekosongan diantara block tempat file A dan block file B.
·
File E ditambhkan pada baris ketiga, namun perbedaannya adalah
file E memiliki ukuran yang lebih kecil. Sehingga otomatis akan tersisa sedikit
ruang dari tempat file bertipe B sebelumnya. Oleh komputer jarak ini masih
dianggap jarak antara file E dengan file C.
·
Dan pada baris ke 4, Anda menambahkan file F. Karena file ini
lebih besar kapasitasnya maka penampungan pun terbagi pada space kosong
diantara file E dan file C, serta file selanjutnya diletakkan pada bagian
setelah file D.
Penggambaran singkat seperti ini
pun mungkin masih bisa Anda bayangkan, namun bukankah perangkat harddisk milik
Anda juga memiliki penyimpanan yang tidak sedikit? Bisa terbayang bukan jika
penyimpanan ini terdiri dari ribuan hingga jutaan file yang tercecer. Melihat
kenyataan tersebut, Jadi perlukah melakukan defrag harddisk komputer?
Mulai dari windows 2000 dan XP
hingga seri terbaruya, Microsoft telah menerapakan teknologi system terbarunya
yaitu system NTFS. System ini memiliki beberapa fitur Antara lain :
·
Kompresi data transparan
·
Setting quota per partisi
·
Serta Alternate
data stream
Teknologi ini jelas lebih maju
dibandingkan di saat versi windows 98, dimana media penyimpanan masih
menggunakan FAT. NTFS mampu memaksimalkan kinerja harddisk, dengan pemanfaatan
block kosong disekitar block yang terisi. Hal ini tentu berbeda dengan penggunaan
FAT system, dengan pencarian block kosong terdekat dari file pertama pada ruang
penyimpanan.
Namun,
meskipun teknologi ini memiliki banyak fitur, media penyimpanan pada Windows
juga harus dilakukan defrag secara berkala. Mengingat adanya
fragmentasi masih bisa ditemukan. Anda pun akan menemukan nantinya, Microsoft
telah melakukan auto defrag ketika Windows dalam keadaan kosong (system
idle).
Linux memiliki system yang
dikhususkan untuk kernel linux, dengan format extended file system (ext).
Seiring perkembangannya, Anda akan menemukan ext2, ext3, dan ext4. ketiganya
terdapat perbedaan dalam penyusunan block

