Hari
mulai senja, perempuan itu pun selesai memasak di dapur. setelah selesai
memasak ia pun duduk manis didepan televisi untuk melihat acara di televisi
itu. tak lama kemudian perempuan tersebut menerima pesan singkat dari
kekasihnya. ia pun merasa senang menerima pesan tersebut. mereka pun saling canda tawa lewat pesan singkat itu. seperti biasa ia membalas pesannya secara singkat hanya iyah dan gax papa. mungkin jika orang menerima balasan pesan hanya seperti itu banyak orang yang marah dan merasa di cuekin, tetapi ia suka hanya membalas kata iyah dan gax papa, walau sebenarnya kata iyah dan gak papa itu mengandung arti bagi perempuan itu, tetapi tidak banyak yang tahu.
"Cuma
jawab iyah, gax papa aja bisa bikin marah orang", ucap perempuan itu dalam
hatinya. ia merenung dan berkata dalam hati"apa iya aku secuek itu? tapi
mau gimana lagi adanya aku seperti ini, orang yang menilai aku cuek, jutek
karena dia itu gax tahu yang sebenarnya, mungkin aku terlihat cuek dan jutek
tapi sebenarnya aku memikirkanya, biarlah hanyya aku dan allah yang tahu isi
hati aku sebenarnya. mungkin bisa sama semua orang aku cuek jutek tapi dalam
hati aku gax semua orang yang aku cuekin di dalam hati aku cuekin"
perempuan tersebut sambil tersenyum dan memikirkan apa yang dipikirkan oleh
oranglain.
Waktu
semalam, perempuan itu pun selalu teringat penilaian orang-orang terdekatnya
kepada dirinya. ‘masa iya semua orang harus tau isi hati aku yang sebenarnya?”
gumamnya dalam hati. Ia pun selalu teringat kata-kata kekasihnya dan itu
membuatnya menangis, ia sadar yang ia lakukan bisa membuat kekasihnya marah
tetapi ia juga tidak terlalu suka berbicara panjang lebar lewat alat
komunikasi, karena ia lebih suka berbicara langsung dari pada membicarakannya
lewat alat komunikasi.
“aku
memang cuek dan jutek tetapi itu hanya di luarnya saja”, ucapnya. Perempuan itu
pun merasa heran kepada kekasihnya yang juga menilai dirinya cuek dan jutek,
penilaian itu sangat membuatnya sedih dan menangis. “kamu sendiri yang bilang,
aku selalu apa-apa di fikirkan. Hal sekecil apapun selalu aku fikirkan tetapu
kamu sendiri menilai aku juga sama seperti orang-orang yang lain” ucapnmya
dalam hati. Sambil melihat foto-foto yang ada di hp nya perempuan tersebut
menangis, air matanya pun seperti tak mau berhenti. Malam semakin larut, ia pun
masih teringat kata-kata kekawsinya itu lewat alat komunikasi.
Perempuan
itu sadar apa yang membaut kekasinya marah tapi tak banyak yang bisa membuat
perempuan itu lebih suka memikirkan ketimbang ia menceritakanya. Walaupun ia
sendiri sadar jika sedang banyak fikiran kondisi tubuhnya turu dan itu yang membuatnya sakit, tetapi ia pun tak
memperdulikanya. Hari semakin larut, air matanya pun terus mengalir dari
matanya sampai ia terlelap tidur, namun hanya sejenak ia tertidur. Lagi-lagi ia
memikirkan oleh kekasihnya, ia masih tak percaya dengan apa yang diucapka
kekasinya kepadanya, ia hanya merenung dan berkata dalam hatinya “memang aku
yang salah aku yang terlalu cuek dan jutek, pantas saja kalau dia marah sama
aku tapi mengapa dia lupadengan apa yang pernah ia ucapkan sama aku. Kalau
dirinya mengerti tentang aku”.
Ia
pun tak bisa tidur hingga pagi menjemputnya untuk beraktifitas. Ia hanya
terdiam dan merenung “mengapa banyak orang yang menilai seseorang hanya di
lihat dari luarnya saja, hanya melihat
dari apa yang mereka lihat, bukanya penilaian itu tak tentu dengan apa yng
mereka lihat, mereka hanya melihat dari apa yang mereka lihat tanpa mereka tahu
isi hatinya dengan sebenarnya” ucapnya dalam
hati.
Ia
pun tak henti-hentinya meneteskan air mata.
By: Cahaya
Bintang 13
Nantikan Cerita-Cerita Berikutntya Hanya Di SINI
T A M A T